SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH
PERIHAL KELULUSAN PESERTA DIDIK SMP MUHAMMADIYAH 14 SAMBI
PONDOK PESANTREN MUHAMMADIYAH MANAFI’UL ‘ULUM
SAMBI BOYOLALI
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Kepada Bapak/Ibu/Wali santri SMP Muhammadiyah 14 Sambi Pondok Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Boyolali yang kami muliakan dan kami hormati. Kepada anak-anakku santriwan santriwati yang ustadz banggakan dan ustadz cintai. Mengawali sambutan ini perkenankan kami segenap stakeholder SMP Muhammadiyah 14 Sambi mengucapkan Selamat hari Raya ‘Idul Fitri 1441 H mohon maaf lahir dan batin,

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ جَعَلَنَا اللهُ مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ وَأَدْخَلَنَا فِيْ زُمْرَةِ الْمُوَحِّدِيْنَ وَ عِبَادِهِ الْمُتَّقِيْنَ

“Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan anda sekalian. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali (bertaubat kepada-Nya) dan orang-orang yang menang, serta memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang bertauhid (kepada-Nya) dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa”

Selanjutnya kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu/Wali Santri yang telah mempercayakan putra putrinya kepada kami hingga tiga tahun ini, semoga Allah memberi kebaikan dan keberkahan kepada Bapak/Ibu/Wali Santri sekalian.

Terima kasih juga buat anak-anakku santriwan santriwati yang senantiasa optimis, semangat, mandiri dan tanggungjawab dalam menimba ilmu di Ponpes yang kita cintai dan kita banggakan.

Bapak/Ibu/Wali Santri dan anak-anakku sekalian, takdir Allah mempertemukan kita dalam wadah pendidikan yang bercorak Islami dan penuh rasa kekeluargaan. Dinamika dan intrik apapun yang terjadi pada kita semua merupakan cara Allah menempa kedewasaan untuk melahirkan kebijaksanaan dalam ucapan maupun tindakan selagi kita berpedoman pada ajaran Islam dan adat ketimuran.

Perjuangan Bapak/Ibu/Wali Santri sebagai orang tua yang tabah dalam memeras keringat dan banting tulang tak lupa doa-doa yang dipanjatkan buat anak-anak tercinta yang diharapkan;

Perjuangan kami sebagai pendidik yang penuh kesabaran dan kesungguhan dalam mendidik, mengajar, dan menanamkan jiwa kemandirian buat anak-anak didik terkasih yang dibanggakan;

Perjuangan anak-anakku santriwan santriwati dalam mengembangkan diri dengan ilmu pengetahuan dan keagamaan serta berproses menuju ‘kesempurnaan’ insan sebagai hamba dan khalifah di bumi Tuhan;

Semoga semua yang telah kita jalankan dan waktu yang terlewatkan menjadi amal kebaikan yang diridhai dan diterima oleh Allah Rabb semesta alam, semoga segala khilaf dan kesalahan yang kita lakukan dapat termaafkan dan terhapuskan tak tersisa meski hanya serpihan.

Anak-anakku sekalian, tiga tahun yang telah terlewatkan akan menjadi sejarah yang tidak terlupakan, dimana suka cita, canda tawa, duka lara, menjadi bumbu kehidupan yang sarat kelezatan.

Banyak perubahan pola dan inovasi yang kami lakukan, bukan untuk membuat sensasi dan mencari pujian namun semata-mata supaya ananda lebih mudah menerima ilmu dan mencapai harapan. Tak sedikit pula yang dikreasikan bukan untuk wah dan pemborosan namun semata-mata agar dapat menghilangkan kejenuhan dan kepenatan atas rutinitas yang dilewatkan. Ada pula kebijakan yang kami terapkan meski tanpa orang tua terlibatkan bukan tidak mau memberi posisi dan peran namun semata-mata situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

Kami sadar masa pubertas ananda saat ini menjadi sebuah transisi yang sangat rawan, dimana api gejolak sering tak terelakkan dan tindakan di luar dugaan pun terkadang mengejutkan. Hal itu tentunya menjadikan kami dan Bapak/Ibu/Wali Santri sekalian merasa khawatir bahkan mungkin bisa sedikit berlebihan, sehingga tindakan preventif terpaksa dilakukan agar ketakutan itu tidak menjadi kenyataan. Bilamana kesalahan ananda tak terbendungkan sungguh peringatan hingga sanksi mendidik sangat terpaksa harus diberikan. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai pendidik meski terkadang disalahartikan, namun biarlah itu menjadi pundi-pundi amal kebaikan yang tersimpan.

Interaksi antara kami dengan Bapak/Ibu/Wali santri baik secara langsung atau tidak langsung biarlah menjadi penguat shilaturahmi yang telah Allah sambungrekatkan hingga kini dan nanti berkelanjutan.

Kelulusan ananda bukan berarti terputusnya hubungan, namun kesempatan untuk menguatkan dan meneruskan hubungan dengan relasi lain yang berkemungkinan agar ukhuwah Islamiyah dan Imaniyah ini terus bersemai hingga Allah mempertemukan kita di syurga-Nya kelak yang penuh kenikmatan.

Kami tidak mengharapkan balas jasa dan imbalan material dari Bapak/Ibu/Wali santri melainkan keridhaan dan doa penuh ketulusan agar kami senantiasa diberi kekuatan, kesabaran, keikhlasan dan keistiqamahan dalam mengemban misi dakwah melalui pendidikan. Biarlah peluh keringat yang bercucuran, daya pikir yang terkobarkan, gerak masa yang berjalan, akan terbalas keberkahan dan kebaikan di dunia hingga di akhirat yang tiada berkesudahan.

Kami pun mendoakan Bapak/Ibu/Wali Santri sekalian agar senantiasa diberi kemudahan dalam segala urusan, dilimpahkan segala rizki halalan thayyiban, diberi kekuatan dan kemampuan terbaik mengemban amanah sebagai orang tua yang akan dimintai pertanggungjawaban.

Tak lupa kami mendoakan jua buat anak-anakku santriwan santriwati yang membanggakan, semoga Allah senantiasa membimbing dan menuntun kalian sehingga dapat terus berjalan di jalan kebenaran, menyingkirkan segala pengalang yang merintangi kalian dalam menuntut ilmu pengetahuan dan keagamaan, serta menjadikan kalian sebagai generasi Islam penerus perjuangan.

Anak-anakku santriwan santriwati, jiwa santri itu ada pada diri kalian yang tidak akan hilang karena sebab kelulusan. Janganlah karena kesenangan sesaat yang menyilaukan menjadikanmu lupa akan jati diri seorang yang beriman. Tak pantas tentunya karena kelulusan ini kalian terjerumus dalam kubangan kemaksiatan ataupun hanya sekedar hura-hura kecil-kecilan. Kalian telah memahami kebaikan dan keburukan, kemashlahatan dan kemafsadatan. Kalian pun telah mengerti harus bagaimana kalian bertindak atas dasar keimanan dan ketaqwaan. Untuk itu cukuplah rasa syukur kepada Allah menyibukkan kalian dengan amalan yang penuh kemanfaatan jauh dari kemadharatan. Semoga Allah menguatkan hati kalian untuk selalu senang dengan kebenaran dan benci dengan kebathilan.

Demikian sepatah dua patah kata sambutan yang kami berikan, kurang dan lebihnya dalam merangkai kata mohon dimaafkan, pun hal-hal yang menyinggung hati dan perasaan mohon diikhlaskan. Semoga Allah senantiasa menumbuhkembangkan dalam hati kita nikmat keimanan, menjadikannya pendorong bertindak dalam tiap langkah kehidupan, hingga mengumpulkan kita kelak ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa di syurga penuh keabadian.

اللهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا. اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

والسلام عليكم و رحمة الله و بركاته

 

Sambi, 13 Syawwal 1441 H
5 Juni 2020 H   

Nur Rokhim, S.Pd.I
NIP.-

 

Isi formulir tanggapan :

KLIK DISINI

Setelah isi formulir bisa meminta pasword untuk lihat pengumuman ke Team 9

 

Waktu
June 2020
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
whatsapp
whatsapp